LAPORAN KEGIATAN
    15 March 2010

    Pertemuan Pembahasan Persiapan Program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Indonesia Timur

    Sehubungan dengan adanya rencana pelaksanaan program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Indonesia Timur oleh Simavi bekerja sama dengan Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Nasional, UNICEF, Plan Indonesia, Yayasan Dian Desa, Rumsram, dan CD Bethesda, maka pada tanggal 12 Maret 2010 telah diselenggarakan pertemuan pembahasan desain program atau concept note program dimaksud.

    Pertemuan yang dipimpin oleh Oswar Mungkasa (Bappenas) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Pokja AMPL Nasional, Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS), Kedutaan Besar Belanda, Unicef, Simavi, Yayasan Dian Desa, Plan Indonesia, Rusmram, CD Bethesda, sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dan sekretariat WES Unicef.


    Pada dasarnya pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan yang telah diadakan pada tanggal 18 Februari 2010. Pertemuan kedua ini ditujukan untuk membahas lebih mendalam mengenai konsep program WASH, khususnya mengenai pendekatan dan rencana kerja tahap persiapan pelaksanaan program. Terkait dengan pendekatan program, pada kesempatan tersebut dijelaskan bahwa inti dari program WASH adalah pelaksanaan STBM untuk seluruh pilar (Stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah domestik dan pengelolaan air limbah domestik) yang didukung juga dengan pembangunan sistem air minum khusus untuk lokasi yang belum tersedia air minum.

    Program WASH tersebut terdiri dari empat komponen utama, yaitu (i) perubahan perilaku; (ii) peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi; (iii) peningkatan manajemen sektor AMPL; dan (iv) penciptaan kondisi yang kondusif. Keempat komponen tersebut merupakan pendekatan yang komprehensif dan memerlukan penyesuaian pola pelaksanaan, khususnya bagi mitra dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal, seperti Yayasan Dian Desa, CD Bethesda dan Rumsram. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program adalah kegiatan penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat yang membutuhkan dana cukup besar dan waktu yang cukup lama. Hal ini dipastikan akan mempengaruhi proses pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, disarankan agar Simavi dan mitra kerja LSM lokal perlu mengembangkan skenario penguatan kapasitas dan persiapan masyarakat yang jelas. Pada kesempatan yang sama, pihak WASPOLA menyatakan untuk mendukung dalam pengembangan skenario penguatan kapasitas yang dimaksud.


    Terkait dengan pembahasan rencana kerja tahap persiapan, beberapa hal penting yang menjadi perhatian dan harus terakomodasi dalam rencana kerja tersebut adalah orientasi mengenai kebijakan pemerintah terkait pembangunan AMPL berbasis masyarakat dan saling tukar pengalaman antar pelaku AMPL berbasis masyarakat. Selain itu, hal lain yang dianggap penting adalah pengembangan petunjuk pelaksanaan program WASH agar terdapat pemahaman yang sama antar mitra yang bekerja sama. Terkait dengan proses advokasi kepada pemerintah daerah yang telah terpilih, Pokja AMPL menyarankan kegiatan advokasi tersebut melalui kegiatan roadshow. Kegiatan roadshow tersebut dapat ditujukan tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen pemerintah daerah, namun juga diharapkan menjadi titik awal dalam pembentukan Pokja AMPL daerah sebagai focal point yang akan mengkoordinasikan pelaksanaan programWASH dan program AMPL lainnya. Terkait dengan detil pelaksanaan kegiatan pasca persiapan akan dikembangkan oleh masing-masing Pokja AMPL yang telah terbentuk.


    Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan, Pokja AMPL Nasional menyatakan dukungannya kepada pelaksanaan program WAS dan pihak donor menganjurkan agar revisi proposal berdasarkan masukan para pemangku kepentingan dapat segera diserahkan selambat-lambatnya tanggal 1 April 2010. Diharapkan program tersebut dapat segera dilaksanakan selambat-lambatnya akhir tahun 2010. FWE

WES RI-UNICEF © 2009 Home | Kegiatan | Link |  Download | Sitemap