26 February 2010
Pertemuan Persiapan Pengembangan Joint Program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Indonesia Bagian Timur Yogyakarta, 10 - 13 Februari 2010
Terkait dengan pengembangan joint-program WASH di Indonesia bagian Timur oleh Simavi, telah dilaksanakan pertemuan persiapan yang ditujukan untuk membahas desain dan rencana kerja tahunan program dimaksud. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Simavi, CD Bethesda, Rumsram, Yayasan Dian Desa, Plan Indonesia dan Unicef. Dalam pertemuan selama empat hari tersebut, terdapat beberapa agenda yang menjadi topik diskusi, yaitu (i) mekanisme koordinasi dan manajemen internal antara lembaga yang tergabung dalam konsorsium (Simavi, Unicef, CD Bethesda, Rumsram, dan Yayasan Dian Desa); (ii) pengembangan kerangka kerja manajemen keuangan program; (iii) pengembangan kerangka acuan kerja koordinator program; dan (iv) pengembangan strategi dan rencana kerja tahunan program.
Dalam proses pembahasan masing-masing agenda, terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu (i) mekanisme koordinasi dan pembagian peran antara LSM lokal dengan Unicef dan Simavi sebagai co-coordinator dalam pelaksanaan program WASH; (ii) strategi perubahan perilaku; dan (iii) strategi pengelolaan yang berkelanjutan pada tingkat masyarakat dan pemerintah. Terkait dengan mekanisme koordinasi dan pembagian peran, disepakati bahwa LSM lokal diharapkan untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan program pada tingkat kabupaten dan masyarakat, sedangkan untuk Unicef dan Simavi akan bertanggung jawab pada tingkat nasional dan provinsi. Namun demikian, dari hasil diskusi dapat diketahui bahwa belum semua LSM lokal mempunyai pengalaman bekerja sama dengan pemerintah, khususnya Pokja AMPL. Oleh karena itu, dirasakan perlunya orientasi terkait kepokjaan.
Terkait dengan diskusi pengembangan strategi perubahan perilaku, pada kesempatan tersebut telah dipresentasikan konsep dan pembelajaran dalam pelaksanaan program nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dikarenakan peserta dari LSM lokal yang terlibat belum pernah terpaparkan mengenai program STBM maka dirasakan masih adanya keraguan dalam pendekatan STBM. Namun demikian, peserta diskusi sepakat untuk mengembangkan strategi perubahan perilaku sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Pertemuan persiapan ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Pokja AMPL, Kedutaan Besar Belanda, Simavi dan Unicef pada tanggal 17 Februari 2010 di Jakarta. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas usulan desain program dan mekanisme koordinasi antara Pokja AMPL, Unicef, Simavi dan LSM lokal hasil pertemuan di Jogja. FWE