|
|
|
|
| LAPORAN KEGIATAN |
29 January 2010
Rapat Konsinyasi Grand Desain STBM Lanjutan Hotel Ibis Jakarta, 25-26 Januari 2010
Sebagai tindak lanjut dari rapat konsinyasi yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 16-17 Januari 2010 di Hotel Sahid Jakarta maka diselenggarakanlah rapat konsinyasi grand desain STBM lanjutan di Hotel Ibis pada tanggal 25 – 26 Januari 2010. Sebelumnya, rapat konsinyasi ini telah menghasilkan draft Pedoman Umum STBM dan dari rapat tersebut masih ada hasil/keluaran yang belum tercapai yaitu Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis, dan modul STBM.
Rapat konsinyasi lanjutan ini diikuti oleh sebanyak 18 peserta yang mewakili instansi Bappenas, Sekretariat Pokja AMPL, Plan Indonesia, Sekretariat WES-UNICEF, ESP, WSP, WASPOLA, WHO, WSLIC-2 dan CWSHP.
Pertemuan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini dibuka oleh Oswar Mungkasa dari Direktorat Perumahan dan Permukiman Bappenas. Dalam sambutannya dikatakan bahwa rapat konsinyasi ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam menghasilkan sebuah pedoman, petunjuk hingga modul yang akan menjadi pegangan utama bagi siapa saja yang akan mengimplementasikan program ini. Selanjutnya peserta berdiskusi dengan panduan dari fasilitator Fany Wedahuditama mewakili Sekretariat WES UNICEF. Diskusi diawali dengan pemaparan draft pedoman umum STBM. Dari diskusi ini diperoleh beberapa masukan penting guna melengkapi draft pedoman umum tersebut diantaranya mengenai tahapan struktural dan bagaimana cara melibatkan seluruh stakeholder berkepentingan dalam melaksanakan STBM di lapangan.
Hari ke dua berjalan dengan cukup lancar dimana masih dengan menggunakan metode diskusi partisipatif yang dinilai cukup efektif, agenda kali ini membahas mengenai prinsip-prinsip apa saja yang harus dimuat di dalam petunjuk pelaksanaan masing-masing pilar STBM. Perserta yang cukup berpengalaman di masing-masing pilar bercerita dan memberi masukan tentang apa saja hal yang penting dan tidak boleh terlewatkan untuk diatur di dalam petunjuk pelaksanaan nantinya.
Rapat konsinyasi ini dinilai sangat efektif karena hampir semua peserta yang berpartisipasi sudah cukup mempunyai pengalaman di lapangan dalam mengimplementasikan Program STBM yang dilengkapai dengan peserta yang juga cukup berpengalaman pada tataran kebijakan. Acara hari kedua ditutup oleh Atang Saputra dari Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes dengan harapan agar pedoman beserta perangkat teknis lainnya agar secepatnya diselesaikan sehingga akan dengan mudah memasarkan program STBM di lapangan. WIL
|
|
|