BERITA WES
    17 June 2010

    Penggemblengan Pamong Belajar Air Minum dan Sanitasi

    Hidup dan bertumbuh bersama masyarakat. Demikian kurang lebih filosofi yang menjiwai kebijakan pembangunan berbasis masyarakat (BM). Pendekatan yang mengedepankan pola-pola inklusif dimana penggerak utama perubahan adalah masyarakat itu sendiri sehingga transformasi yang terjadi lebih bersumber pada motivasi bukan intervensi. Pendekatan BM dengan sendirinya lebih menekankan pada proses.

    Untuk menjawab tingginya permintaan tenaga pendamping dalam mengawal penerapan kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) maka, atas prakarsa WASPOLA Facility, diselenggarakanlah “Pelatihan Fasilitator Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan” untuk Wilayah Barat Indonesia (Provinsi Sumatera-Jawa Barat).


    Selama empat hari (24-27/5/2010), bertempat di Hotel Holiday Inn, Bandung, peserta berjibaku dengan A-Z pembangunan sektor AMPL-BM di Indonesia, mulai dari kerangka besar kebijakan AMPL Nasional hingga simulasi teknik fasilitasi dan advokasi. Pola pelatihan yang lebih kental dengan nuansa partisipatif menjadikan proses pembelajaran lebih hidup, paling tidak demikian yang dirasakan oleh Zaid Perdana, utusan dari Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

    Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Harian Pokja AMPL Pusat, Oswar Mungkasa, sekalipun aspek keberlanjutan telah dituangkan dalam kebijakan nasional AMPL-BM, tantangan reformasi kebijakan AMPL tetap ada, dimana salah satunya adalah terbatasnya sumber daya yang mampu mengelola pendekatan pembangunan AMPL berkelanjutan. Dengan kata lain, peran pamong belajar menjadi penting karena di tangan merekalah kualitas implementasi kebijakan AMPL di Indonesia bermuara.

    Ditambahkan Oswar, saat ini Indonesia telah semakin dikenal dalam kancah internasional. Prestasi ini terwujud berkat peran Pokja AMPL dan penerapan praktek Community-Led Total Sanitation (CLTS) yang sukses. Hal ini tidak terlepas dari peran para pamong belajar yang giat melakukan pendampingan dan menjalankan fungsi koordinasi Pokja AMPL di segala tingkatan.


    Semoga pengkaderan pamong belajar AMPL mampu menjadi akselerator pencapaian target kebijakan AMPL daerah/nasional sehingga dampaknya benar-benar bermanfaat dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.FD

    ***

    Bahan Lokakarya Pelatihan Keterampilan Fasilitasi Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

    http://digilib-ampl.net/detail/detail.php?kode=2290&row=0&tp=publikasi&ktg=cd&kd_link=



    Sumber Berita Lain

          

          
WES RI-UNICEF © 2009 Home | Kegiatan | Link |  Download | Sitemap