BERITA WES
    26 April 2010

    Kisah Jamban Sederhana dari Kampung Wasegi Indah

    Kampung Wasegi terletak 65 km dari Manokwari, Provinsi Papua Barat, dan dapat ditempuh melalui jalan darat selama 1 jam 10 menit. Wilayah ini termasuk dalam Distrik Prafi dengan penduduk kurang lebih 1,500 orang yang merupakan campuran dari warga asli papua dan pendatang. Suku asli Papua yang tinggal termasuk dalam Suku Meah. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh pada perkebunan kelapa sawit. Kampung ini juga menghasilkan buah-buahan seperti duku, coklat dan rambutan.
     
    Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) sudah dimulai di Kampung Wasegi sejak tahun 2008. Pendanaan program didukung Unicef dimana proses implementasinya dilakukan oleh Dinas/SKPD terkait di Mabupaten Manokwari.  Dinas-dinas tersebut berkoordinasi dalam satu wadah yang disebut Pokja (Kelompok Kerja) AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang rutin melakukan rapat koordinasi dan evaluasi setiap tiga bulan sekali.

    Dalam pelaksanaannya, Pokja AMPL turun ke kampung-kampung melatih kader-kader desa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sanitasi. Kader-kader ini diharapkan sebagai pemicu untuk merubah perilaku masyarakat yang sebelumnya buang air besar sembarangan (BABS) agar bersedia membangun jamban sederhana di rumah mereka.

    Sampai saat ini tercatat sudah 18 jamban sederhana dibangun di Wasegi Indah. Meski jumlahnya masih sedikit dari target yang diharapkan, tapi hal ini telah mampu merubah kebiasaan penduduk setempat untuk lebih memperhatikan pentingnya masalah sanitasi lingkungan. Selain kegiatan pembangunan jamban, Unicef juga berupaya mendorong warga kampung membangun sarana penampungan air sederhana yang bersumber dari air hujan atau aliran sungai.

    Febriansyah Soebagio
    Fasilitator Pokja AMPL Prov. Papua Barat



    Sumber Berita Lain

          

          
WES RI-UNICEF © 2009 Home | Kegiatan | Link |  Download | Sitemap